<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ahmadiyah dan FPI</title>
	<atom:link href="http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/</link>
	<description>Life is A Sequence of Expectations</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2009 01:58:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: infomlm</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-88</link>
		<dc:creator>infomlm</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 11:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-88</guid>
		<description>Setuju untuk tidak menggunakan kekerasan. Dan sebaiknya semua pemeluk Islam, kembali kepada ajaran Rasulullah SAW, bukan ajaran peninggalan para mufti atau kyai atau syekh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju untuk tidak menggunakan kekerasan. Dan sebaiknya semua pemeluk Islam, kembali kepada ajaran Rasulullah SAW, bukan ajaran peninggalan para mufti atau kyai atau syekh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goro</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-69</link>
		<dc:creator>goro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 12:47:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-69</guid>
		<description>wah kita sebenarnya sudah sepakat secara general... :)

cuman mungkin satu lagi yg saya angkat, masalah kekerasan, yah tentunya kita ingin dikenal sebagai bangsa yg santun dan berbudaya, hanya sayangnya yg terjadi akhir2 ini bertolak belakang dengan keinginan kita bersama... dan ini (kekerasan) bukan mutlak fpi aja yg melakukan, semisal seperti demonstrasi, suka berbuntut dengan ricuh... dimana dari media, bisa kita lihat bagaimana sikap mereka (yg berdemo) yg membawa tongkat, molotov dlsb-nya...

jadi memang, cara damai, sudah harus kita budi dayakan lg, karena segala perpecahan yg ada bahkan sampai ke peperangan benar2 sangat merugikan bangsa kita secara keseluruhan...
bibit2 kekerasan sudah ada, dan ini yg harus kita sadari agar bisa kita stop... 
karena kalo kita diamkan saja, bsa jadi akan semakin menjadi2 dan pada akhirnya praktek penggunaan kekerasan akan semakin meluas...
dan mungkin saat itu sudah terlambat untuk bertindak :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kita sebenarnya sudah sepakat secara general&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>cuman mungkin satu lagi yg saya angkat, masalah kekerasan, yah tentunya kita ingin dikenal sebagai bangsa yg santun dan berbudaya, hanya sayangnya yg terjadi akhir2 ini bertolak belakang dengan keinginan kita bersama&#8230; dan ini (kekerasan) bukan mutlak fpi aja yg melakukan, semisal seperti demonstrasi, suka berbuntut dengan ricuh&#8230; dimana dari media, bisa kita lihat bagaimana sikap mereka (yg berdemo) yg membawa tongkat, molotov dlsb-nya&#8230;</p>
<p>jadi memang, cara damai, sudah harus kita budi dayakan lg, karena segala perpecahan yg ada bahkan sampai ke peperangan benar2 sangat merugikan bangsa kita secara keseluruhan&#8230;<br />
bibit2 kekerasan sudah ada, dan ini yg harus kita sadari agar bisa kita stop&#8230;<br />
karena kalo kita diamkan saja, bsa jadi akan semakin menjadi2 dan pada akhirnya praktek penggunaan kekerasan akan semakin meluas&#8230;<br />
dan mungkin saat itu sudah terlambat untuk bertindak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ganes</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-68</link>
		<dc:creator>ganes</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 02:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-68</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;tapi sekali lg kalo kmu baca postingan saya, saya bicara secara general dan dimana di Indonesia ini, suka membereskan masalah dengan kekerasan…
begitu juga masalah ahmadiyah ini, ada beberapa pihak yg sudah berupaya dengan jalur diskusi, tapi masih ada juga yg melakukan tindak kekerasan…
ini yg saya sorot, dan agar kita semua jangan sampai terdorong untuk ikut2an (melakukan kekerasan) hanya karena kita yakin kita benar…
selalu ada cara/jalan yg lebih baik… get the point? :)&lt;/blockquote&gt;

I get it bro.  cuman saja saya tidak sepakat dengan generalisasi bahwa orang indonesia suka membereskan masalah dengan kekerasan. Cara pandang seperti itu merugikan citra diri kita sebagai bangsa. Jangan karena &lt;b&gt;ulah kekerasan sekelompok kecil orang, yang dibumbu-bumbui oleh sekelompok kecil orang yang lain&lt;/b&gt; lantas kita mengambil kesimpulan minor tentang &#039;kita&#039; sebagai bangsa

Begitu kan selalu yang terjadi? Sebuah kelompok yang lebih memahami hukum dan mengetahui bahwa kelompok lawannya lebih emosional, lantas memancing-mancing dengan memanaskan situasi. 

bagi saya orang-orang semacam itu adalah oknum. bangsa kita memiliki kearifan yang luar biasa tanpa oknum2 itu.

Nah kalo kita mau memotret lebih obyektif, mari kita lihat bangsa kita sebagai kesatuan yang berisi &#039;manusia&#039;. Hubungan antar manusia memerlukan aturan main, disitulah norma muncul dan hukum dibutuhkan. 

Konflik dalam hubungan antar manusia merupakan suatu keniscayaan, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Ketidaktegasan hukum di belahan dunia manapun akan menghasilkan kekerasan.

So, tidak ada yg salah dengan kita sebagai bangsa (nation), yang salah adalah kita sebagai &#039;state&#039; (negara).

&lt;blockquote&gt;sekarang kalo masalah hukum, perlu diketahui, sampai saat ini Ahmadiyah belum melanggar hukum…&lt;/blockquote&gt; 

sepakat, saya juga tidak pernah mengatakan demikian. Saya cuman bilang bahwa ahmadiyah (Qadian) melanggar &#039;Doktrin Dasar&#039; Islam (IMHO)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>tapi sekali lg kalo kmu baca postingan saya, saya bicara secara general dan dimana di Indonesia ini, suka membereskan masalah dengan kekerasan…<br />
begitu juga masalah ahmadiyah ini, ada beberapa pihak yg sudah berupaya dengan jalur diskusi, tapi masih ada juga yg melakukan tindak kekerasan…<br />
ini yg saya sorot, dan agar kita semua jangan sampai terdorong untuk ikut2an (melakukan kekerasan) hanya karena kita yakin kita benar…<br />
selalu ada cara/jalan yg lebih baik… get the point? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>I get it bro.  cuman saja saya tidak sepakat dengan generalisasi bahwa orang indonesia suka membereskan masalah dengan kekerasan. Cara pandang seperti itu merugikan citra diri kita sebagai bangsa. Jangan karena <b>ulah kekerasan sekelompok kecil orang, yang dibumbu-bumbui oleh sekelompok kecil orang yang lain</b> lantas kita mengambil kesimpulan minor tentang &#8216;kita&#8217; sebagai bangsa</p>
<p>Begitu kan selalu yang terjadi? Sebuah kelompok yang lebih memahami hukum dan mengetahui bahwa kelompok lawannya lebih emosional, lantas memancing-mancing dengan memanaskan situasi. </p>
<p>bagi saya orang-orang semacam itu adalah oknum. bangsa kita memiliki kearifan yang luar biasa tanpa oknum2 itu.</p>
<p>Nah kalo kita mau memotret lebih obyektif, mari kita lihat bangsa kita sebagai kesatuan yang berisi &#8216;manusia&#8217;. Hubungan antar manusia memerlukan aturan main, disitulah norma muncul dan hukum dibutuhkan. </p>
<p>Konflik dalam hubungan antar manusia merupakan suatu keniscayaan, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Ketidaktegasan hukum di belahan dunia manapun akan menghasilkan kekerasan.</p>
<p>So, tidak ada yg salah dengan kita sebagai bangsa (nation), yang salah adalah kita sebagai &#8217;state&#8217; (negara).</p>
<blockquote><p>sekarang kalo masalah hukum, perlu diketahui, sampai saat ini Ahmadiyah belum melanggar hukum…</p></blockquote>
<p>sepakat, saya juga tidak pernah mengatakan demikian. Saya cuman bilang bahwa ahmadiyah (Qadian) melanggar &#8216;Doktrin Dasar&#8217; Islam (IMHO)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goro</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-67</link>
		<dc:creator>goro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 02:31:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-67</guid>
		<description>eh saya ada salah tulis di atas, yg Qadian yg bermasalah karena menganggap MGA sebagai nabi...
yg Lahore yg tidak... ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh saya ada salah tulis di atas, yg Qadian yg bermasalah karena menganggap MGA sebagai nabi&#8230;<br />
yg Lahore yg tidak&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goro</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-66</link>
		<dc:creator>goro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 02:22:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-66</guid>
		<description>to ganes:
well, info yg saya tahu FPI mukulin anggota AKKBB...
lagipula, ini juga ga hanya tentang FPI saja, tetapi tentang bagaimana kita menyikapi perbedaan... tentunya kmu tau kan pengrusakan/pembakaran baik mesjid maupun rumah2 anggota Ahmadiyah?

tapi sekali lg kalo kmu baca postingan saya, saya bicara secara general dan dimana di Indonesia ini, suka membereskan masalah dengan kekerasan...
begitu juga masalah ahmadiyah ini, ada beberapa pihak yg sudah berupaya dengan jalur diskusi, tapi masih ada juga yg melakukan tindak kekerasan...
ini yg saya sorot, dan agar kita semua jangan sampai terdorong untuk ikut2an (melakukan kekerasan) hanya karena kita yakin kita benar...
selalu ada cara/jalan yg lebih baik... get the point? :)

sekarang kalo masalah hukum, perlu diketahui, sampai saat ini Ahmadiyah belum melanggar hukum...
dan dari yg saya tahu, betul dari media juga, keberatan umat Islam Indonesia adalah pada pengakuan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) sebagai nabi setelah nabi Muhammad SAW, nah setelah masalah tersebut diselesaikan (MGA tidak lg diakui sebagai nabi), maka seharusnya masalah selesai kan??

seandainya masih ada keberatan2 lain, kan bisa didiskusikan lagi...

untuk kmu ketahui, ahmadiyah ada 2 aliran, lahore dan qadian, yg bermasalah sebenarnya hanya lahore karena mereka menganggap MGA sebagai nabi, namun yg Qadian hanya menganggap sebagai mujajjid... dengan kata lain tidak semua Ahmadiyah bermasalah dengan umat Islam mainstream... hanya yg qadian...
dan setelah qadian berubah, maka sepatutnya kita hargai sikap mereka...

semoga tulisan saya dapat dipahami dengan baik :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>to ganes:<br />
well, info yg saya tahu FPI mukulin anggota AKKBB&#8230;<br />
lagipula, ini juga ga hanya tentang FPI saja, tetapi tentang bagaimana kita menyikapi perbedaan&#8230; tentunya kmu tau kan pengrusakan/pembakaran baik mesjid maupun rumah2 anggota Ahmadiyah?</p>
<p>tapi sekali lg kalo kmu baca postingan saya, saya bicara secara general dan dimana di Indonesia ini, suka membereskan masalah dengan kekerasan&#8230;<br />
begitu juga masalah ahmadiyah ini, ada beberapa pihak yg sudah berupaya dengan jalur diskusi, tapi masih ada juga yg melakukan tindak kekerasan&#8230;<br />
ini yg saya sorot, dan agar kita semua jangan sampai terdorong untuk ikut2an (melakukan kekerasan) hanya karena kita yakin kita benar&#8230;<br />
selalu ada cara/jalan yg lebih baik&#8230; get the point? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sekarang kalo masalah hukum, perlu diketahui, sampai saat ini Ahmadiyah belum melanggar hukum&#8230;<br />
dan dari yg saya tahu, betul dari media juga, keberatan umat Islam Indonesia adalah pada pengakuan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) sebagai nabi setelah nabi Muhammad SAW, nah setelah masalah tersebut diselesaikan (MGA tidak lg diakui sebagai nabi), maka seharusnya masalah selesai kan??</p>
<p>seandainya masih ada keberatan2 lain, kan bisa didiskusikan lagi&#8230;</p>
<p>untuk kmu ketahui, ahmadiyah ada 2 aliran, lahore dan qadian, yg bermasalah sebenarnya hanya lahore karena mereka menganggap MGA sebagai nabi, namun yg Qadian hanya menganggap sebagai mujajjid&#8230; dengan kata lain tidak semua Ahmadiyah bermasalah dengan umat Islam mainstream&#8230; hanya yg qadian&#8230;<br />
dan setelah qadian berubah, maka sepatutnya kita hargai sikap mereka&#8230;</p>
<p>semoga tulisan saya dapat dipahami dengan baik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ganes</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-65</link>
		<dc:creator>ganes</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 01:48:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-65</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Kita kan bukan Tuhan yang selalu benar…&lt;/blockquote&gt;

tapi kita diberi hak dan kewajiban untuk selalu berusaha mencari kebenaran :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kita kan bukan Tuhan yang selalu benar…</p></blockquote>
<p>tapi kita diberi hak dan kewajiban untuk selalu berusaha mencari kebenaran <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ganes</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-64</link>
		<dc:creator>ganes</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 01:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-64</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Kalau saja mayoritas orang Islam (Yang sebenarnya adalah SUNNI) di Indonesia tahu bahwa orang2 Syi’ah melakukan shalat wajib 3 kali, yang diluar kebiasaan orang Islam eeeh SUNNI pada umumnya yang lima kali…&lt;/blockquote&gt;

saya bukan orang yg terlalu meributkan perbedaan ditingkat syariat dan saya pun juga ga terlalu paham segala detail tetek bengek ajaran islam. 

Tapi dalam logika saya yang sangat sederhana, syarat dasar itu mutlak. Syarat dasar islam adalah Syahadat. Jadi kalau ada perubahan disini berarti pelanggaran. simple saja.

&lt;blockquote&gt;Rasullullah SAW selalu mengajarkan cara2 yg damai, kecuali jika kita memang diserang secara fisik maka mau ga mau kita harus mempertahankan diri…&lt;/blockquote&gt;

first of, siapa yang melakukan kekerasan fisik? jangan terjebak generalisasi yang dilakukan media. FPI itu hanya bagian kecil dari umat Islam. Ada sekian banyak organisasi Islam yang melakukan dakwah dengan santun dan damai. Selain itu Topik tentang ahmadiyah ini bukan topik tentang kekerasan melawan anti kekerasan. Jangan terjebak untuk melakukan simbolisasi Islam sebagai FPI, itu pointnya. 

kedua, pada persoalan yang sangat prinsip, ketegasan tetap harus ada. Kalau instrumen hukum tidak dijalankan, trus mau gimana? Bukankah kita harus melihat upaya umat Islam yang mendorong SKB sebagai upaya &#039;damai&#039; dan sangat dalam koridor hukum?

kalo kita berbicara umat atau demokrasi (yang jargonnya vox populo vox dei), maka suara setiap orang juga harus diperhatikan. Sesuatu yang masih menimbulkan perdebatan seharusnya ditindak hingga perdebatan selesai. Setidaknya setiap pihak harus arif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kalau saja mayoritas orang Islam (Yang sebenarnya adalah SUNNI) di Indonesia tahu bahwa orang2 Syi’ah melakukan shalat wajib 3 kali, yang diluar kebiasaan orang Islam eeeh SUNNI pada umumnya yang lima kali…</p></blockquote>
<p>saya bukan orang yg terlalu meributkan perbedaan ditingkat syariat dan saya pun juga ga terlalu paham segala detail tetek bengek ajaran islam. </p>
<p>Tapi dalam logika saya yang sangat sederhana, syarat dasar itu mutlak. Syarat dasar islam adalah Syahadat. Jadi kalau ada perubahan disini berarti pelanggaran. simple saja.</p>
<blockquote><p>Rasullullah SAW selalu mengajarkan cara2 yg damai, kecuali jika kita memang diserang secara fisik maka mau ga mau kita harus mempertahankan diri…</p></blockquote>
<p>first of, siapa yang melakukan kekerasan fisik? jangan terjebak generalisasi yang dilakukan media. FPI itu hanya bagian kecil dari umat Islam. Ada sekian banyak organisasi Islam yang melakukan dakwah dengan santun dan damai. Selain itu Topik tentang ahmadiyah ini bukan topik tentang kekerasan melawan anti kekerasan. Jangan terjebak untuk melakukan simbolisasi Islam sebagai FPI, itu pointnya. </p>
<p>kedua, pada persoalan yang sangat prinsip, ketegasan tetap harus ada. Kalau instrumen hukum tidak dijalankan, trus mau gimana? Bukankah kita harus melihat upaya umat Islam yang mendorong SKB sebagai upaya &#8216;damai&#8217; dan sangat dalam koridor hukum?</p>
<p>kalo kita berbicara umat atau demokrasi (yang jargonnya vox populo vox dei), maka suara setiap orang juga harus diperhatikan. Sesuatu yang masih menimbulkan perdebatan seharusnya ditindak hingga perdebatan selesai. Setidaknya setiap pihak harus arif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goro</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-63</link>
		<dc:creator>goro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 00:24:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-63</guid>
		<description>Sebenarnya masalahnya adalah pada MENYIKAPI PERBEDAAN...

Rasullullah SAW selalu mengajarkan cara2 yg damai, kecuali jika kita memang diserang secara fisik maka mau ga mau kita harus mempertahankan diri...

Nah sekarang cara damai yg bagaimana? Kalo kita ga suka dengan ajaran Ahmadiyah maka kita bisa counter dengan ajaran kita, dan kita biarkan orang2/masyarakat memilih mana jalan mereka...

Kalo kita selalu melarang/menganggap sesat yg berbeda dengan kita, bukankah yg ada hanyalah perpecahan &amp; peperangan? Umat muslim Indonesia, yg kebanyakan Sunni Syafii, tentunya dalam menjalankan syariat atau pun fiqih akan ada perbedaannya dengan semisal Sunni Hambali... Tapi bukan berari perbedaan ini menyebabkan saling tuduh sesat kan??  Dan bukan berarti yg berbeda dengan Sunni Syafii lantas ga boleh pakai nama Islam... karena di luar Sunni Syafii masih ada 3 Imam lagi yg memiliki syariah/fiqih yg berbeda, dan juga masih ada aliran lain di luar Sunni sendiri, yaitu Syiah dan Ahmadiyah...

Kalo menurut kita ada yg salah/ga sepaham, mari kita ingatkan saudara kita (ya benar mereka saudara kita lhoo, ga hanya saudara seiman, juga sebangsa ;))...
Bisa dengan kita ajak diskusi dlsb-nya, pada akhirnya apa pun pilihan manusia, adalah pilihannya sendiri, dan Al Qur&#039;an pun membolehkannya karena di Al Qur&#039;an sendiri ada ayat yg mengatakan: &quot;Tidak ada paksaan dalam beragama&quot;...

Jadi kalo memang niat kita baik, mari kita ingatkan mereka, kita ajak diskusi, dan apa pun pilihan mereka/masyarakat, biarkan mereka memilih jalannya sendiri sesuai dengan tingkat pemahamannya...

Kita kan bukan Tuhan yang selalu benar... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya masalahnya adalah pada MENYIKAPI PERBEDAAN&#8230;</p>
<p>Rasullullah SAW selalu mengajarkan cara2 yg damai, kecuali jika kita memang diserang secara fisik maka mau ga mau kita harus mempertahankan diri&#8230;</p>
<p>Nah sekarang cara damai yg bagaimana? Kalo kita ga suka dengan ajaran Ahmadiyah maka kita bisa counter dengan ajaran kita, dan kita biarkan orang2/masyarakat memilih mana jalan mereka&#8230;</p>
<p>Kalo kita selalu melarang/menganggap sesat yg berbeda dengan kita, bukankah yg ada hanyalah perpecahan &amp; peperangan? Umat muslim Indonesia, yg kebanyakan Sunni Syafii, tentunya dalam menjalankan syariat atau pun fiqih akan ada perbedaannya dengan semisal Sunni Hambali&#8230; Tapi bukan berari perbedaan ini menyebabkan saling tuduh sesat kan??  Dan bukan berarti yg berbeda dengan Sunni Syafii lantas ga boleh pakai nama Islam&#8230; karena di luar Sunni Syafii masih ada 3 Imam lagi yg memiliki syariah/fiqih yg berbeda, dan juga masih ada aliran lain di luar Sunni sendiri, yaitu Syiah dan Ahmadiyah&#8230;</p>
<p>Kalo menurut kita ada yg salah/ga sepaham, mari kita ingatkan saudara kita (ya benar mereka saudara kita lhoo, ga hanya saudara seiman, juga sebangsa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )&#8230;<br />
Bisa dengan kita ajak diskusi dlsb-nya, pada akhirnya apa pun pilihan manusia, adalah pilihannya sendiri, dan Al Qur&#8217;an pun membolehkannya karena di Al Qur&#8217;an sendiri ada ayat yg mengatakan: &#8220;Tidak ada paksaan dalam beragama&#8221;&#8230;</p>
<p>Jadi kalo memang niat kita baik, mari kita ingatkan mereka, kita ajak diskusi, dan apa pun pilihan mereka/masyarakat, biarkan mereka memilih jalannya sendiri sesuai dengan tingkat pemahamannya&#8230;</p>
<p>Kita kan bukan Tuhan yang selalu benar&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ANTI KLENIK</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-62</link>
		<dc:creator>ANTI KLENIK</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 06:16:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-62</guid>
		<description>Kalau saja mayoritas orang Islam (Yang sebenarnya adalah SUNNI) di Indonesia tahu bahwa orang2 Syi&#039;ah melakukan shalat wajib 3 kali, yang diluar kebiasaan orang Islam eeeh SUNNI pada umumnya yang lima kali...

So.. setelah Ahmadiyah maka orang2 SYI&#039;AH yang akan dipentungi oleh preman-preman Sunni.. karena MURTAD, SESAT DAN MENYESATKAN..

Mbok ya tobaat wahai SUNNI FANATIK!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saja mayoritas orang Islam (Yang sebenarnya adalah SUNNI) di Indonesia tahu bahwa orang2 Syi&#8217;ah melakukan shalat wajib 3 kali, yang diluar kebiasaan orang Islam eeeh SUNNI pada umumnya yang lima kali&#8230;</p>
<p>So.. setelah Ahmadiyah maka orang2 SYI&#8217;AH yang akan dipentungi oleh preman-preman Sunni.. karena MURTAD, SESAT DAN MENYESATKAN..</p>
<p>Mbok ya tobaat wahai SUNNI FANATIK!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ganes</title>
		<link>http://ganisirawan.wordpress.com/2008/06/03/ahmadiyah-dan-fpi/#comment-55</link>
		<dc:creator>ganes</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 02:26:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganisirawan.wordpress.com/?p=13#comment-55</guid>
		<description>mas heru, sebetulnya yang saya maksud dengan &#039;pendidikan&#039; bukan sekedar pendidikan formal, tapi pendidikan dalam arti yang lebih substansial. 

lagi pula evidensi terjadinya bentrok fisik antar &#039;massa&#039; mahasiswa yang vis a vis juga lebih rendah dibanding antar kelompok massa dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas heru, sebetulnya yang saya maksud dengan &#8216;pendidikan&#8217; bukan sekedar pendidikan formal, tapi pendidikan dalam arti yang lebih substansial. </p>
<p>lagi pula evidensi terjadinya bentrok fisik antar &#8216;massa&#8217; mahasiswa yang vis a vis juga lebih rendah dibanding antar kelompok massa dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
