Bulan Mei Dalam 12 Tahun Catatan Saya
Ada begitu banyak kejadian penting dalam catatan perjalanan saya selama 12 tahun terakhir. Beberapa diantaranya terjadi di bulan Mei. Peristiwa terbesar tentu saja terjadi pada 1998, momen antiklimaks sebuah rezim berusia 3 dasawarsa. Sebuah momen dimana hampir setiap individu berbangsa Indonesia diharuskan ikut memikirkan kembali arah bangsa dan mengevaluasi sejarah yang telah sekian lama berjalan.
Tulisan ini awalnya ingin saya dedikasikan untuk menuliskan sebuah upaya rethinking kebangsaan, tapi mengingat saya sedang agak ’sentimentil’ maka saya cantumkan terlebih dulu beberapa hal lain yang bersifat lebih personal. Tema reformasi dan kebangsaannya kapan-kapan saja.
Biarpun banyak detail yang terlupa, tapi secara garis besar masih memadai sebagai fakta kok. Please, allow me
Mei 1996
Bulan deg-degan menjelang Ebtanas SMA dan UMPTN. Sebuah pertaruhan kredibilitas, bukan saja di depan orang tua saya yang sekian lama memberi kepercayaan, tapi juga di depan guru-guru SMA yang selalu geleng-geleng kepala melihat tingkah polah saya dan kawan-kawan. Bayangkan, selama kelas 2 SMA saya dan (sebagian besar) kawan-kawan bisa dikatakan hampir tidak pernah menjamah ruang kelas. Read the rest of this entry »