Asosiasi Blogger Indonesia, Perlukah?
Jumlah blogger Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat dalam -menurut saya – dua tahun belakangan. Selain karena semakin banyaknya free blog hosting service, juga karena akses internet personal semakin mudah. Data terakhir dari Depkominfo menyebutkan jumlah blogger Indonesia saat ini mencapai 500.000. Biarpun heran berdasarkan apa jumlah tersebut disimpulkan, tapi secara kasar saya juga melihat kecenderungan peningkatan jumlah blogger ini.
Nah, terkait dengan peningkatan jumlah blogger ini, ada pertanyaan menarik yang muncul dalam sebuah interview koran tempo dengan om wimar : “perlukah dibentuk asosiasi blogger indonesia?”. Bagi saya ini pertanyaan yang cukup menarik, karena dalam kepala saya ada bangunan asumsi “semakin banyak orang berkumpul, semakin banyak actor yang akan tertarik memanfaatkannya”. Saya yakin asumsi ini juga ada di benak sang wartawan,
Kebetulan beberapa hari lalu waktu ngobrol sama huda saya sempat ngomongin kritik saya tentang sikap loenpia yang secara tergesa-gesa mendukung program Semarang Pesona Asia yang digelar Walikota Semarang. Saya tidak mengkritik “dukungannya” tapi saya mengkritik “caranya”. Loenpia sedang gencar mengkampanyekan Komunitas Blogger Semarang, dan karena itu ada banyak blogger semarang yang mensupport baik secara online maupun offline. Saya pun awalnya mendukung kampanye mereka, tapi setelah melihat kelakuan mereka tadi saya memilih keeping the distance for now.
Dalam contoh kasus loenpia di atas, saya masih melihat kecenderungan beberapa orang – sengaja atau tidak sengaja – untuk memanfaatkan sebuah perkumpulan (atau apa pun istilahnya) untuk hal-hal (vested interest? Sic) yang seringkali tidak mencerminkan opini sesungguhnya dari setiap individu yang ada di perkumpulan itu.
Loenpia secara factual memang belum memperoleh legitimasi sebagai komunitas blogger semarang, mereka pun belum memiliki struktur formal (ketua, wakil ketua dsb). Justru karena itulah saya semakin ingin untuk keeping the distance, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau loenpia sudah mendapat dukungan lebih factual dan memiliki struktur yang lebih formal. Ini persoalan perilaku cultural.
Kembali ke Asosiasi Blogger Indonesia, hal yang sama saya takutkan bisa terjadi kalau asosiasi ini dibentuk. Lagipula, saya tidak melihat pentingnya asosiasi dalam hal blogging. Asosiasi barangkali sangat penting dalam konteks non cyber world atau dunia nyata, dimana aspirasi-aspirasi individual terlalu sulit menemukan saluran yang tepat. Lain halnya dengan cyber world atau blogsphere, di sini aspirasi-aspirasi individual mendapatkan tempatnya yang paling layak. Setiap blogger bebas menyuarakan apapun dan ada banyak cara memperjuangkan agar aspirasi pribadinya tersebut didengar lebih banyak orang.
Sampai detik saya menulis artikel ini, saya masih belum bisa menemukan sisi positif dari membangun sebuah perkumpulan formal para blogger. Saya bisa melihat sisi positif dari perkumpulan non formal seperti temu kangen ato gathering ala cosa. Kumpul-kumpul non formal bisa mendatangkan banyak manfaat, dari mulai ilmu baru sampai lendir
Sedikit ngomong tentang demokrasi (versi berapa? Seperti wordpress, demokrasi kan banyak versinya ). Kekuatan para blogger justru ada pada individualitas dan subjectivitasnya, interelasi antar setiap individualitas dan subjektivitas ini lah yang akan dengan sendirinya memperbesar leverage opini para blogger.
Seorang teman mengajukan pertanyaan asumtif “bagaimana kalau suatu saat Pemerintah Indonesia melarang ngeblog?”. Saya jawab “trus kenapa kalo dilarang? Larangan kan tidak selalu menghentikan segala sesuatu. Lihatlah Malaysia dan Singapore, biarpun dilarang ngeblog toh masih banyak juga kita temukan blogger dari Malaysia dan Singapore?” Satu-satunya cara Negara bisa menghentikan blogging adalah dengan Menghilangkan Koneksi Internet.
Shut the Internet down and you will soon realize how stupid you are !
cosa said,
November 6, 2007 at 5:53 pm
gak nyangka mas ganis tau dunia lendir juga
)
ganesi said,
November 6, 2007 at 6:21 pm
hihi jadi malu
binchoutan said,
November 12, 2007 at 1:53 am
hhmm kayaknya siy perlu aja deh.. biar makin kenal satu sama lain.. dan pesta blogger indonesia bisa diadaain lagi..
salam kenal, Aprilia
ganes said,
November 14, 2007 at 12:23 pm
emang kalo mo kenal mesti berkumpul secara formal ya ?
adipatria said,
November 15, 2007 at 5:19 am
Saya setuju dibentuk asal mas ganes jadi ketuanya hehehe.. tapi jgn skrg, nanti aja akhir tahun depan,, ya ga boz?
ganes said,
November 16, 2007 at 1:42 am
wah..mas adi..eh dokter adi. maturnuwun dah mampir
achoey said,
January 31, 2008 at 4:09 am
apakah aku seorang blogger.
salam kenal ya mas.
imsuryawan.net: Web Log of I Made Suryawan » Kok Ga Ada Persatuan/Asosiasi Blogger Indonesia? said,
April 7, 2008 at 7:53 am
[...] saya search di Google masalah Asosiasi Blogger Indonesia, ternyata ada ketemu sama tulisan ini. Kalau saya boleh kutip, ada kalimat seperti ini: Seorang teman mengajukan pertanyaan asumtif [...]
Ardee'est Things in My life said,
April 8, 2008 at 9:24 am
saya pikir untuk masalah butuh/tidaknya atau perlu tidaknya, itu masih perlu diperdebatkan. Kalo dilihat dengan adanya RUU ITE dan fenomena diskriminasi yang terjadi pada blogger di cina dan turki… (dan beberapa insiden di indonesia) kita butuh wadah semacam itu. Tapi itu hanya pendapat pribadi saya saja.
Urgensinya dalam pandangan saya ada beberapa hal: Wadah yang menaungi, sarana advokasi atas hak-hak berekspresi para blogger, dan mengkampanyekan citra positif aktivitas blogging yang simpatik baik diantara komunitas blogger maupun kalangan masyarakat awam.
Potensi untuk ada yang berusaha menyalah gunakannya mungkin tidak bisa dihindari, selalu akan ada potensi kearah situ. Makanya butuh ada batas-batas /aturan yang dirancang secara cermat, agar disatu sisi tidak membatasi kreatifitas tetapi disisi lain dapat menjadi wadah yang menaungi hak-hak para blogger.
My Opinion: Blogger Indonesia Butuh Wadah Formal! | Ardee’est Thing in My Life said,
April 8, 2008 at 11:29 am
[...] ini. Dan dari pencarian ini saya menemukan artikel yang kurang-lebih membahas topik ini di alamat ini . Berbeda pendapat dengan beliau, saya melihat bahwa wadah formal cukup perlu untuk diadakan untuk [...]
nindityo said,
April 22, 2008 at 2:05 am
kalo ada yang mo bentuk ya gak papa .. sambil jalan pasti akan ketauan arahnya kemana … pertama-tama emang individu-individu yang menonjol.. baru nantinya organisasi yang lebih menonjol ..
kalo soal kemungkinan ditunggangi ya gapapa … lha wong pertandingan bola aja ada yang buka tarohan ..
yang penting tetep nulis .. tetep nge-blog ..
met kenal
alazhar3lampung said,
May 9, 2008 at 1:24 am
menurut kami itu perlu yang penting visi dan misi dibentuknya asosiasi jelas.
dihan said,
June 16, 2008 at 4:42 am
organisasi blogger kayaknya penting banget buat mengembangkan dunia blog indonesia
windarto said,
August 9, 2008 at 1:00 am
asosiasi blogger indonesia sangat perlu buat mengkritisi kebijakan pemerintah yang rada2 mengancam kebebasan berekspresi dan berfikir. untuk saat ini, memang belum ada sih…tapi kalo nanti ganti pemerintah, ganti kebijakan pula. makanya, alangkah baiknya bila disiapkan dari sekarang. sebab kalo satu orang yang bersuara kagak didengerin. demo aja yang saban hari teriak2 didepan istana negara nggak didengar. apalagi cuma satu atau 2 orang yang berteriak. seperti cosa aranda beberapa waktu lalu mencurigai roy suryo sebagai kepanjangan pemerintah, gara2 ngomong menjadi blogger yang baik. ayo ……..satukan tekad, cerdaskan bangsa melalui kebiasaan ngeblog
desta_pb said,
December 31, 2008 at 3:29 pm
Saya sangat setuju sekali jika dibentuk Asosiasi Blogger Indonesia, Salam Kenal
from http://interdestacom.blogspot.com